ADVERTISEMENT

Unas Gelar Wisuda 1.018 Wisudawan Secara Hybrid

Rektor Unas: Misi Kami Adalah Menghasilkan Lulusan Berkualitas, Terampil, Kompeten

Baca Juga

Universitas Nasional kembali meneguhkan komitmennya untuk mempertahankan dan meningkatkan, khususnya kualitas pendidikan para mahasiswa. Pencapaian akreditasi perguruan tinggi Unas dengan predikat A, akan menjadi cambuk bagi civitas akademika untuk menjadi universitas yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga terekognisi internasional.
Komitmen ini dikuatkan berdasarkan monitoring LLDIKTI dalam bidang sistem penjaminan mutu internal. Saat ini, Universitas Nasional telah masuk sebagai satu dari 288 universitas yang ada di wilayah III, yang memiliki SPMI terlengkap dan bahkan menjadi best practice dalam pemutakhiran dokumen SPMI di LLDIKTI wilayah III. Ditambah lagi, Universitas Nasional juga berhasil meraih 4 Bintang dalam penilaian rating internasional QS-Star World Class University.
Hal ini ditegaskan oleh Rektor Universitas Nasional Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., pada Wisuda Periode II Tahun Akademik 2020/2021 yang disampaikan Sabtu (20/11/2021). Disampaikan bahwa capaian-capaian tersebut merupakan bukti bahwa Universitas Nasional berkomitmen dalam pencapaian visi misi menjadi universitas yang tidak hanya unggul di tingkat nasional tetapi juga terekognisi internasional.
“Ke depan, Universitas Nasional juga telah mulai mempersiapkan beberapa program studi untuk dapat memenuhi ke standar akreditasi internasional. Hal ini dilakukan sebagai tahapan kongkrit Universitas Nasional untuk mencapai rumusan visi-misinya, yaitu mencapai universitas yang unggul di tingkat nasional dan terekognisi internasional,” tutur Rektor Universitas Nasional.
Apa yang dilakukan Unas ini, merupakan bagian dari pemenuhan tuntutan, arus perubahan dan kebutuhan akan link and match dengan dunia usaha, industri serta menyiapkan mahasiswa dalam dunia kerja dan pengembangan keilmuan. Karena itu, Universitas Nasional terus merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif.
Untuk mampu melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas, terampil dan kompeten, mulai semester ganjil tahun akademik 2021/2022, Universitas Nasional telah mendesain ulang kurikulum dengan memberlakukan kurikulum Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) berbasis KKNI, OBE, dan SN-DIKTI.
Rektor Unas, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A. menyatakan bahwa pelaksanaan program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kualitas pendidikan para mahasiswa yang menempuh perkuliahan di Universitas Nasional serta Akademi Pariwisata Nasional.
“Karena, hal ini memiliki tujuan untuk menyiapkan peserta didik agar kelak menjadi anggota masyarakat yang memiliki kompetensi, profesional dan berbudi pekerti luhur, serta mampu bersaing di pasar kerja Indonesia dan global atau berwirausaha dan dapat menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc., turut mengapresiasi dan bangga kepada Universitas Nasional sebagai salah satu Perguruan Tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah III Jakarta yang menyandang akreditasi A. Ia melihat, perolehan ini sebagai bentuk upaya yang sangat luar biasa serta bukti akuntabilitas usaha Universitas Nasional.
Perkembangan informasi dan teknologi turut mendorong pengembangan terlebih pada pembelajaran 4.0 yang menitik beratkan kepada pengembangan kreativitas mahasiswa. “Kita akan shaping the future untuk kreativitas di masa yang akan datang. Artinya, pada saat pemindahan kuncir (toga ke kanan), di masa esok hari setelah wisuda ini, disitulah kreativitas akan tumbuh dan berujung pada inovasi-inovasi luar biasa untuk bangsa Indonesia,” jelasnya.
Universitas Nasional sebagai institusi strategis juga turut menstimulasi kreativitas mahasiswa. Karenanya, Universitas Nasional memiliki berusaha untuk terus membentuk dan meningkatkan kapastias dan kesadaran bagi para mahasiswa untuk bijak dan cakap digital.
Terutama bagi para lulusan wisuda Universitas Nasional periode II tahun akademik 2020/2021, diharapkan agar dapat mengawal transformasi digital ke arah yang lebih konstruktif, ke arah menguatnya sistem pertahanan nasional. Karena itulah, wisuda kali ini, Universitas Nasional mengambil tema besar “Peran Perguruan Tinggi dan Generasi Tangguh dalam Transformasi Masyarakat Digital”.
Orasi Ilmiah KASAD
Prosesi wisuda Universitas Nasional Periode II Tahun Akademik 2020/2021 dilaksanakan secara hybrid di Auditorium Universitas Nasional dan diikuti oleh wisudawan melalui platform Zoom dan Youtube. Pada wisuda kesempatan ini, hanya menghadirkan 10 wisudawan terbaik serta orangtua sebagai perwakilan dari 1.018 wisudawan/ti.
Dalam prosesi wisuda ini juga diisi dengan orasi ilmiah Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Dudung Abdurachman, SE., MM. yang mengangkat tema “Membangun Daya Saing Bangsa (Nations Competitiveness) Melalui Sistem Tata Kelola Sumber Daya Nasional dan Sistem Pertahanan Nasional”.
Ditegaskan bahwa, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah menyatakan salah satu tujuan dibentuknya Pemerintahan Negara Indonesia adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam mewujudkan tujuan bernegara tersebut, maka pertahanan negara merupakan faktor yang sangat hakiki dalam menjamin kelangsungan hidup suatu negara.
“Eksistensi sebuah negara sangat bergantung kepada kemampuan bangsa tersebut mempertahankan diri dari setiap ancaman baik dari luar maupun dari dalam negara itu sendiri,” tegas Jenderal TNI Dudung Abdurachman, SE., MM.
Disampaikan pula, kebijakan pertahanan dan keamanan negara pasca perang dingin tidak lagi berfokus pada isu persaingan ideologis Blok Barat dan Timur. Akan tetapi arus demokratisasi dan interdependensi, serta isu lingkungan turut memegang peranan penting dalam mengubah pola interaksi antarnegara dimana semuanya terangkai dalam konstruksi globalisasi sebagai impuls utamanya.
Karena itu, untuk membangun ketahanan nasional setidaknya ada 3 (tiga) pilar yang harus saling terkait, yaitu pemerintahan, rakyat, dan militer. Ketiganya dijalin dalam simpul untuk memperkuat sebuah negara. Pemerintah dengan rakyat diikat dengan simpul ideology.
“Ideologi adalah sebuah harapan yang dibangun bersama secara sadar, karena ideologilah negara bisa tetap berdiri. Tentara dengan rakyat diikat dengan simpul sejarah hubungan emosional kemanunggalan tentara-rakyat. Keduanya menjadi episentrum kekuatan atau center of graffity (CoG) bagi tentara. Tidak ada tentara kalau tidak ada rakyat karena tentara lahir dari rakyat,” tegas KASAD.
Konsep tentara adalah rakyat dan rakyat adalah tentara merupakan konsep kesemestaan yang menjadi modal kekuatan pertahanan negara. Pemerintah dan tentara diikat dengan simpul regulasi untuk membangun landasan legal formal yang mengatur tugas dan fungsi tentara dalam sistem bernegara.
“Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah alat negara yang menangani bidang pertahanan dan dalam pelaksanaannya dibantu komponen lain yaitu komponen pendukung dan komponen cadangan yang berasal dari rakyat,” tegasnya.
Pencapaian Prestasi
Pada Sidang Senat Terbuka Universitas Nasional dalam rangka Wisuda Periode II Tahun Akademik 2020/2021, Universitas Nasional melantik 1.081 wisudawan yang terdiri dari 1 wisudawan doktoral, 149 wisudawan program magister, 648 wisudawan program sarjana, 189 wisudawan program sarjana terapan, program profesi 30 dan 2 wisudawan diploma tiga.
Pada wisuda ini, juga diberikan penghargaan khusus kepada lulusan yang memiliki IPK tertinggi serta menyelesaikan studi lebih cepat yaitu kepada Endro Setiawan Program Studi Magister Biologi dengan IPK 3,98; Fitri Mafuzah Program Studi Bahasa Korea dengan IPK 3,99; Ipani Wahdaniatun  Program Studi Sosiologi dengan IPK 3,92; Dena Anggari Program Studi Agroteknologi dengan IPK 3,86; Asep Nurdin Program Studi Informatika dengan IPK 3,86; Eko Suryanto Program Studi Akuntansi dengan IPK 3,76; Fathiyah Fairuz Salsabila Program Studi Teknik Fisika dengan IPK 3,75; Anisa Putri Sukmaningrum Program Studi Biologi dengan IPK 3,73; Rahmawani B. Manalu Program Studi Hukum dengan IPK 3,70; Sisilia Pardjer Program Studi Keperawatan dengan IPK 3,55; serta terdapat 415 wisudawan yang lulus dengan predikat cum laude.
Pada tahun akademik 2020/2021, Universitas Nasional telah melepaskan total sebanyak 2.238 wisudawan. Hal ini membuktikan bahwa Universitas Nasional adalah universitas swasta yang mampu melampui jaman dan tetap menjadi salah satu perguruan tinggi yang mampu bertahan. Juga, tetap dijadikan acuan bagi para siswa sekolah menengah atas untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Universitas Nasional menyadari bahwa mahasiswa merupakan salah satu pemangku kepentingan yang terpenting bagi keberlanjutan dan kesuksesan perguruan tinggi. “Mahasiswa senantiasa kami beri prioritas untuk dapat berprestasi. Selain itu pula, perhatian, kesempatan dan prasarana dan sarana kami berikan agar dapat mendukung terciptanya suasana akademik yang menggairahkan untuk berprestasi di semua bidang,” tutur Rektor Universitas Nasional.
Prestasi-prestasi yang diraih tidak hanya mengharumkan nama Universitas Nasional di tingkat nasional. Namun juga pada tingkat internasional melalui prestasi di bidang akademik maupun non akademik.
Pada wisuda ini, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada dosen yang terus berkarya untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada bidang penelitian dan publikasi, selama tiga tahun terakhir, mengalami kemajuan yang sangat signifikan.
Pada tahun 2021 per 1 November 2021, jumlah publikasi artikel ilmiah di jurnal ilmiah nasional dan internasional sejumlah 408 artikel, dan 107 artikel. Antaranya dipublikasi pada jurnal internasional yang terindeks pada basis data bereputasi, antara lain Scopus dan WoS (Web of Science).
Menurut SINTA (Science and Technology Index), Universitas Nasional pada bulan November 2021 berada diperingkat 71 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.
Universitas Nasional juga terus meningkatkan kerjasama internasional dengan universitas luar negeri. Secara aktif, bekerjasama dengan 178 lembaga dalam dan luar negeri, di antaranya dengan 47 perguruan tinggi di luar negeri, antara lain di Amerika Serikat, Inggris, Swiss, Ukraina, Tajikistan, Malaysia, Korea, dan Jepang. Beberapa proyek kerjasama penelitian, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat juga masih berjalan sampai saat ini. (*ARS)

Related Posts

Leave Comment

Terbaru

KLIK MAGAZINE