ADVERTISEMENT

Semua Hipotesis tentang Asal Muasal Covid-19 Masih Perlu Penelitian Lebih Lanjut, Berikut Penjelasan WHO

Tedros Adhanom Ghebreyesus setelah melakukan misi investigasi di Wuhan akan menyampaikan hasil laporannya minggu depan.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa semua hipotesis tentang asal-usul COVID-19 tetap dibahas, setelah misi investigasi di China.

Baca Juga

Misi WHO ke Wuhan, tempat infeksi virus korona pertama teridentifikasi pada Desember 2019, gagal mengidentifikasi sumber virus tetapi menyiratkan teori bahwa virus itu bocor dari laboratorium virologi kota Wuhan.

Pada konferensi pers di Jenewa, Jumat (12/02/2021) bersama kepala misi Peter Ben Embarek, direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan tim telah melakukan “kegiatan ilmiah yang sangat penting dalam keadaan yang sangat sulit”.

“Beberapa pertanyaan telah diajukan terkait apakah beberapa hipotesis asal muasal Covid-19 ini perlu atau tidak perlu dikesampingkan. Setelah berbicara dengan beberapa anggota tim, saya ingin memastikan bahwa semua hipotesis masih tetap terbuka dan memerlukan analisis dan studi lebih lanjut.”

“Beberapa investigasi mungkin berada di luar kendali dan cakupan misi ini. Kami selalu mengatakan bahwa misi ini tidak akan menemukan semua jawaban, tetapi telah menambahkan informasi penting yang membawa kami lebih dekat untuk memahami asal-usul virus,” jelas Tedros.

Tedros menyampaikan laporan ringkas dari temuan misi investigasi ini akan dikeluarkan paling cepat minggu depan, lalu diikuti dengan laporan akhir “dalam beberapa minggu mendatang”. Kedua bentuk laporan ini akan dipublikasikan.

Misi tersebut menemukan bahwa virus itu berasal dari kelelawar, meskipun ada beberapa kemungkinan skenario terkait bagaimana virus tersebut menular ke manusia, mungkin pertama-pertama, dengan menginfeksi spesies hewan lain.

Teori Kebocoran Lab Ditolak

Pada konferensi pers di Wuhan pada hari Selasa, Ben Embarek membantah  terjadinya kebocoran dari laboratorium virologi di Wuhan dapat menyebabkan pandemi.

“Hipotesis insiden kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin,” katanya. Teori ini “tidak ada dalam hipotesis yang kami sarankan untuk penelitian di masa depan”.

Pemerintahan Presiden AS sebelumnya, Donald Trump, yang meninggalkan jabatannya bulan lalu, mengatakan pihaknya yakin virus itu mungkin telah melarikan diri dari laboratorium di kota Wuhan di Cina.

China membantah keras hal ini, dan mengatakan Institut Virologi Wuhan tidak mempelajari virus terkait.

Ketika ditanya mengapa misi tidak percaya laboratorium bisa menjadi sumbernya, Ben Embarek mengatakan pada konverensi Pers Jumat (12/02/2021) bahwa para ilmuwan dari laboratorium di Wuhan telah memberi tahu timnya, mereka tidak meneliti virus ini. Jika pun mereka mempelajarinya sebelum wabah, katanya, itu bukan rahasia.

“Biasanya peneliti laboratorium yang bekerja dan menemukan virus baru akan langsung mempublikasikan temuannya. Itu adalah praktik umum di seluruh dunia, terutama dengan virus baru yang menarik, ” tegasnya.

Penerjemah: Abdul Aziz

Sumber: https://www.aljazeera.com/news/2021/2/12/All hypotheses remain open on COVID origins: WHO chief

Related Posts

Leave Comment

Terbaru